Beranda / Regional / Diisukan Langka, Pemkab Beltim Pastikan Pasokan Gas Elpiji 3 Kg Aman

Diisukan Langka, Pemkab Beltim Pastikan Pasokan Gas Elpiji 3 Kg Aman

Gas Elpiji

BELITUNG TIMUR, KanalNews.id – Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Beltim) melalui Bagian Perekonomian Pembangunan dan Sumber Daya Alam (Ekbang dan SDA) merespons cepat isu kelangkaan gas elpiji 3 kilogram (kg) yang dikeluhkan warga sepekan terakhir.

“Isu kelangkaan gas 3 kilogram yang mencuat seminggu terakhir ini, kami sudah berkoordinasi dengan pihak Pertamina, tidak ada pengurangan suplai ke agen dan penyalur se-Beltim,” kata Kepala Bagian Ekbang dan SDA SetdaKab Beltim,Tri Astuti Ramadhani Haliza, Selasa (8/10).

Tri Astuti panggilan akrabnya mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying dan menegaskan bahwa pasokan gas elpiji 3 kg aman untuk masyarakat Beltim, tanpa ada pengurangan suplai.

Baca Juga :  DPMD Sumenep Bersama Lakpesdam NU Gelar Kampanye Publik BUMDes Berbasis Partisipasi Masyarakat

Sebab dalam seminggu ini, pihaknya telah mengecek data penyaluran gas 3 kg ke agen-agen di Beltim. Hasilnya, pangkalan penyalur tetap melayani rumah tangga maksimal 1-2 tabung per hari, dan UMKM hingga 3 tabung.

“Sebanyak 3 agen menyalurkan gas 3 kg ke seluruh penyalur se-Beltim dengan jumlah 3.920 tabung per hari. Rata-rata penyalur menerima minimal 100 tabung dari agen,” jelasnya.

“Agen tersebut adalah PT Hera Makmur Sentosa Bersama, PT Mulia Berlian Sejahtera, dan PT Pertamina Retail Belitung Timur, ” ujarnya menimpali.

Baca Juga :  Dinsos P3A Sumenep Salurkan BLT DBHCHT Rp2,34 Miliar untuk 2600 Petani dan Buruh Tembakau

Lebih lanjut, Tri Astuti menjelaskan, bahwa Gas elpiji 3 kg ini memiliki Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp18.350 dan merupakan produk subsidi untuk masyarakat miskin dan pelaku UMKM. Pemda menghimbau warga untuk mematuhi aturan agar distribusi tepat sasaran.

“Pemda tetap menerima aduan dari masyarakat. Jika kelangkaan masih terjadi dalam beberapa hari ke depan, kami akan berkirim surat ke Dirjen Migas melalui Pertamina untuk menambah suplai gas ke Beltim,” ungkap Tri Astuti.

Baca Juga :  Mengejutkan..! Anggota Polres Sumenep Ditangkap Karena Diduga Jadi Pengedar Narkoba

Sebelumnya, Tuti (55), warga Desa Kurnia Jaya, Kecamatan Manggar, mengeluhkan gas elpiji 3 kg yang sulit didapatkan dalam beberapa minggu terakhir.

“Sudah satu minggu ini keliling ke pangkalan dan warung-warung, kosong semua. Terpaksa pakai kayu bakar,” ujarnya, Selasa (8/10).

Senada juga disampaikan Mira (40), penjual pecal asal Desa Lalang Manggar, mengaku merasakan dampak kelangkaan Gas elpiji.

“Gas sangat sulit dicari, saya sampai tidak bisa jualan seminggu ini karena kehabisan gas. Harapan saya tidak ada kelangkaan dan bisa kembali normal,” harapnya. (*)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *