Beranda / Regional / Jawa timur / Madura / Sumenep / Menjadi Tradisi, Jajanan Dodol Hingga Rengginang Selalu Hadir di Pesta Pernikahan Sumenep Madura

Menjadi Tradisi, Jajanan Dodol Hingga Rengginang Selalu Hadir di Pesta Pernikahan Sumenep Madura

Jajanan

SUMENEP, KanalNews.id – Pesta perkawinan masyarakat Madura, khususnya di Kabupaten Sumenep, tidak hanya menjadi ruang berkumpul keluarga. Tradisi kuliner juga menjadi bagian penting yang hampir selalu hadir dalam hajatan.

Salah satunya jajanan tradisional yang disajikan kepada tamu undangan. Beragam kue tersebut biasanya ditempatkan dalam satu wadah atau piring untuk diberikan kepada tamu sebagai bentuk penghormatan dari keluarga yang menggelar pesta.

Di antara jajanan yang kerap ditemukan ialah dodol yang dipadukan dengan tetel, kue kering, cucur, dan rengginang.

Baca Juga :  Gebyar HUT RI Ke-78, Dirut BPRS Bhakti Sumekar Sampaikan Tiga Pesan Penting Ini

Perpaduan jajanan tersebut memiliki cita rasa yang beragam. Dodol dan tetel menawarkan tekstur kenyal serta rasa manis dan gurih, sedangkan cucur memiliki rasa manis dengan tekstur khas.

Sementara itu, rengginang memberikan sensasi gurih dan renyah. Kue kering juga menjadi pelengkap yang membuat sajian jajanan perkawinan semakin beragam.

Pemerhati tradisi budaya perkawinan Madura, Abd. Wahid, mengatakan keberadaan jajanan tradisional dalam pesta perkawinan tidak sekadar persoalan makanan.

Baca Juga :  Diawali Istighosah Kubro, Ratusan Siswa Al-Karomah Ramaikan HIMMAH 2026

“Jajanan dalam pesta perkawinan masyarakat Madura merupakan bagian dari tradisi menjamu tamu. Dodol, tetel, cucur, rengginang dan kue lainnya menjadi sajian yang memiliki nilai sosial karena diberikan sebagai bentuk penghormatan kepada para tamu,” kata Abd. Wahid. Minggu (05/10/2026).

Menurut dia, tradisi tersebut menunjukkan bagaimana masyarakat Madura mempertahankan kebiasaan leluhur di tengah perubahan zaman.

Jajanan tradisional juga kerap dibuat oleh keluarga atau masyarakat sekitar. Kondisi itu membuat tradisi perkawinan sekaligus menjadi ruang untuk mempertahankan keterampilan membuat makanan tradisional.

Baca Juga :  Rayakan HUT ke-3, KanalNews.id Gandeng Baznas Sumenep Santuni Anak Yatim

Di Sumenep, tradisi tersebut masih dapat ditemukan dalam berbagai pesta perkawinan. Sajian jajanan menjadi bagian kecil, tetapi penting, dari rangkaian budaya yang diwariskan antargenerasi.

Bagi masyarakat Madura, pesta perkawinan bukan hanya momentum menyatukan dua keluarga. Cara menyambut dan menjamu tamu juga menjadi bagian dari penghormatan serta identitas budaya yang terus dipertahankan. (Hil) 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *