Beranda / Regional / Jawa timur / Madura / Sumenep / Keluarga Almarhum Dani Batal Adukan RS BHC ke DPRD Sumenep, Ada Apa?

Keluarga Almarhum Dani Batal Adukan RS BHC ke DPRD Sumenep, Ada Apa?

Batal Laporan

SUMENEP, KanalNews.id — Rencana keluarga almarhum Moh. Firman Ramadhani (22), alias Dani, mengadukan RS Baghraf Health Care (BHC) Sumenep ke DPRD setempat batal terealisasi.

Padahal, pengaduan tersebut sebelumnya direncanakan disampaikan kepada Komisi IV DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur, pada Kamis (29/10/2026).

Hingga Jumat (30/10/2026) pagi, Komisi IV DPRD Sumenep mengaku belum menerima laporan resmi dari keluarga almarhum.

Ketua Komisi IV DPRD Sumenep, Mulyadi, mengaku tidak mengetahui alasan keluarga mengurungkan niat menyampaikan pengaduan tersebut.

“Nggak tahu, gagal,” kata Mulyadi saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jumat (30/10/2026).

Menurut Mulyadi, pihaknya memilih menunggu inisiatif keluarga. DPRD tidak bisa memaksakan seseorang untuk menyampaikan pengaduan.

“Kita tunggu aja lah mereka, kan informasinya mau lapor. Kalau misal nggak ada, ya mau gimana kita, masak mau maksa orang suruh lapor,” ujarnya.

Mulyadi menjelaskan, informasi rencana pengaduan tersebut pertama kali diterimanya dari Ketua Komisi III DPRD Sumenep, M. Muhri.

Baca Juga :  Dukung Penertiban Hiburan Malam Saat Ramadan, Ketua DPRD Sumenep; Jika Melanggar Tutup Permanen

Menurut informasi yang diterima Mulyadi, salah seorang anggota keluarga almarhum mengaku kecewa karena belum mendapatkan penyelesaian dari pihak RS BHC.

“Jadi mereka itu bercerita kepada salah satu anggota DPRD Sumenep, bahwa hingga saat ini belum ada penyelesaian dari pihak RS BHC, dan mereka bilang kecewa,” tuturnya.

Mulyadi mengaku telah menyarankan agar keluarga menyampaikan pengaduan secara tertulis kepada Komisi IV.

Langkah tersebut diperlukan agar DPRD memiliki dasar resmi untuk menindaklanjuti persoalan yang disampaikan keluarga.

“Ya saya bilang, sudah buat laporan resmi saja ke Komisi IV agar kita punya dasar, saya minta begitu,” katanya.

Namun, hingga Jumat pagi, laporan tersebut belum diterima sekretariat Komisi IV DPRD Sumenep.

“Tapi ternyata, nggak ada masuk itu laporan,” imbuhnya.

Baca Juga :  Mobil Berpelat RI 36 Jadi Sorotan, Budi Arie Bantah Bukan Miliknya

Sementara itu, M. Muhri awalnya mengaku tidak memahami persoalan tersebut karena berada di luar lingkup Komisi III DPRD Sumenep.

“Nggak tahu ya, saya kan Komisi III nggak paham persoalan itu,” katanya.

Setelah dikonfirmasi lebih lanjut, Muhri membenarkan pernah berkomunikasi dengan salah seorang anggota keluarga almarhum.

Ia mengaku menyarankan keluarga mendatangi DPRD apabila belum mendapatkan kejelasan dari pihak rumah sakit.

“Nggak kayaknya, gagal kayaknya. Saya nggak tahu sih, cuma saya dengar dari salah satu familinya yang wafat itu kebetulan teman saya, ternyata semalam dihubungi, nggak katanya,” ujar Muhri.

Muhri juga membenarkan bahwa informasi rencana pengaduan tersebut berasal dari komunikasi dengan keluarga korban.

“Iya, informasinya dari famili korban rencana mau laporan resmi ke DPRD. Saya kan hanya menawarkan saja, ‘kalau belum ada kejelasan kenapa tidak datang?’ saya sampaikan begitu ke famili korban,” jelasnya.

Baca Juga :  Bappeda Sumenep Gelar Sosialisasi RAD-PG Atasi Stunting dan Perkuat Ketahanan Pangan

Muhri menduga batalnya pengaduan kemungkinan berkaitan dengan perkembangan komunikasi antara keluarga dan pihak rumah sakit.

Namun, ia menegaskan tidak mengetahui secara pasti alasan keluarga tidak jadi mendatangi DPRD.

“Tapi, mungkin ya, semalam sudah ada kejelasan, saya nggak tahu juga, makanya tidak datang laporan,” katanya.

Wawancara dengan Muhri kemudian berakhir karena ia mengaku sedang berada di rumah sakit.

“Mohon maaf ya, saya kebetulan ada di rumah sakit,” ujarnya.

Di sisi lain, belum ada penjelasan resmi dari manajemen RS BHC terkait perkembangan penanganan kasus meninggalnya Dani.

Direktur RS BHC Sumenep, dr. Tedjo Wahyu Putranto, dan Manajer Humas dan Marketing, Sandra Rahestri, belum memberikan tanggapan atas upaya konfirmasi wartawan.

Upaya konfirmasi melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp hingga berita ini diterbitkan juga belum mendapat respons. (Hil)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *