Gejolak NasDem Sumenep Makin Runyam; Antara Mosi Tak Percaya dan Gerilya Politik Ketua

Nasdem Sumenep
Tampak Kantor DPD Nasdem Sumenep di Jalan Lingkar Barat, Kecamatan Batuan, Sumenep, Tertutup Tanpa Ada Kegiatan Apapun. (Foto: Kanal News).

SUMENEP, KanalNews.id – Gejolak di tubuh internal Partai NasDem Kabupaten Sumenep, hingga kini terkendali, bahkan dikabarkan persoalannya semakin memanas.

Dalam perkembangan terbaru, Ketua DPC NasDem Guluk-guluk, Damiri, mengungkapkan kondisi partai saat ini semakin memprihatinkan.

Bahkan menurut Damiri, 19 Ketua DPC hingga kini terus merapatkan barisan untuk melayangkan mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan Moh Hosni sebagai Ketua DPD Nasdem Sumenep.

“Malam itu seluruh DPC berkumpul di rumah Ketua DPC Lenteng Sumenep untuk mendiskusikan perkembangan terbaru,” kata Damiri, Selasa tanggal 18 Juni 2024.

 

DPC NasDem Sumenep
Pertemuan Para Ketua DPC NasDem Sumenep yang Berlangsung di Rumah Ketua DPC NasDem Lenteng. (Foto: Kanal News).

Dalam pertemuan tersebut, para Ketua DPC juga menyoroti gerakan Ketua DPD Partai Nasdem Sumenep, H. Moh. Hosni, yang menurutnya mencoba untuk mengamankan dukungan dengan cara yang kontroversial.

Hosni ditengarai bergerilya mendatangi beberapa Ketua DPC dan meminta mereka untuk menandatangani lembaran kosong dengan iming-iming pengajuan pengurus baru tahun 2024-2029.

Baca Juga :  Kapolda Jatim Beri Tausiyah Kamtibmas di Masjid Agung Surabaya

Namun, upaya propaganda itu menurutnya tidak mendapat respons positif dari para Ketua DPC.

“Mayoritas anggota DPC Nasdem Sumenep tetap menuntut Moh. Hosni mundur sebagai Ketua DPD Nasdem Kabupaten Sumenep, sebagai pertanggungjawaban atas polemik yang terjadi selama kepemimpinannya. Bahkan mosi tidak percaya telah disampaikan kepada Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) sebagai bukti ketidakpuasan yang mendalam,” kata Damiri.

Saat ini, kondisi partai menurutnya terbilang sulit dengan pengurus yang bergejolak dan kantor DPC yang diduga telah disita oleh bank.

Pertemuan malam itu, lanjut Damiri, juga membahas strategi Hosni yang terus melakukan tekanan terhadap Ketua DPC untuk menandatangani dokumen kosong sebagai upaya untuk mempertahankan jabatannya. Langkah ini dianggap tidak etis dan mencurigakan, dengan tujuan agar DPW dan DPP tidak mencopotnya dari jabatan ketua.

Baca Juga :  Fantastis.! Dinsos P3A Sumenep Anggarkan Perdin PKH Sebesar Rp 1,3 Miliar, Berikut Rinciannya

“DPC-DPC dari seluruh kabupaten Sumenep bersatu di dalam pertemuan tersebut, dengan tekad bulat bahwa Hosni harus mundur dari jabatannya demi menjaga kehormatan dan integritas Partai NasDem di mata publik,” tegas Damiri.

 

Sementara itu, salah satu Ketua DPC NasDem yang masih pro terhadap kepemimpinan Moh. Hosni mengatakan, bahwa Partai NasDem Sumenep sebenarnya dalam keadaan baik-baik saja.

“Mengenai mosi tidak percaya itu hanya kesalahpahaman. Jadi ini hal biasa dalam organisasi politik,” kata Encung Ketua DPC NasDem Gayam, saat dikonfirmasi media melalui sambungan telepon. Rabu (19/06/2024).

Dihubungi terpisah, Ketua DPD NasDem Sumenep, Moh. Hosni, memilih untuk tidak banyak berkomentar mengenai isu miring soal dirinya ditengarai telah meminta dukungan kepada para Ketua DPC dengan cara meminta mendatangkan lembaran kosong bermaterai.

Baca Juga :  Miris..! Getol Tolak Tambak Garam, Warga Gersik Putih Dipolisikan Oleh Investor

Bahkan dengan nada tenang, Moh. Hosni menyatakan bahwa dirinya tetap merangkul siapapun yang ingin berjuang untuk membesarkan Partai NasDem di Sumenep.

“Setiap pengurus memiliki hak prerogatif masing-masing,” ujarnya singkat kepada media ini. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *