NTT, KanalNews.id – Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur mulai merehabilitasi ruas jalan Borong–Soal–Watu Ata. Proyek senilai Rp2,33 miliar itu diharapkan memperlancar mobilitas masyarakat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun KanalNews.id di lapangan, proyek tersebut dikerjakan oleh CV Budi Utama menggunakan Dana Alokasi Umum (DAU) tahun anggaran 2026.
Proyek dengan pagu anggaran Rp2.335.988.800 itu memiliki tanggal kontrak 31 Agustus 2026. Adapun masa pelaksanaannya ditetapkan selama 120 hari kalender.
Perbaikan jalan tersebut menjadi kabar baik bagi masyarakat. Sebelumnya, sejumlah bagian ruas jalan mengalami kerusakan sehingga mengganggu aktivitas dan mobilitas warga.
Ruas jalan ini memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas ekonomi masyarakat, terutama untuk mengangkut hasil pertanian dan perkebunan menuju pusat kota.
Sejumlah warga menyambut positif dimulainya pekerjaan tersebut. Mereka berharap pembangunan infrastruktur itu dapat memberikan manfaat jangka panjang.
Agus, salah seorang warga yang melintasi jalur tersebut menggunakan sepeda motor, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemda Manggarai Timur yang sudah menggelontorkan anggaran yang begitu besar untuk membangun jalan di kampung kami ini,” kata Agus.
Meski demikian, ia berharap pelaksanaan proyek tidak hanya mengejar penyelesaian pekerjaan, tetapi juga memperhatikan kualitas konstruksi.
“Semoga dalam pengerjaan proyek jalan ini tetap menjaga kualitas. Sehingga kami masyarakat juga puas,” sambungnya.
Menurut Agus, kualitas pekerjaan menjadi hal penting agar jalan tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat dalam waktu lama.
Untuk diketahui, Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur melakukan pinjaman daerah sebesar Rp100 miliar kepada Bank NTT. Perjanjian pinjaman tersebut ditandatangani pada 23 April 2026.
Pinjaman daerah itu ditujukan untuk mendukung pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembiayaan berbagai proyek infrastruktur.
Pemerintah daerah diharapkan memastikan setiap proyek yang menggunakan anggaran publik dilaksanakan secara transparan, tepat sasaran, dan sesuai spesifikasi teknis.
Masyarakat pun berharap rehabilitasi jalan Borong–Soal–Watu Ata tidak sekadar memperbaiki kondisi fisik jalan, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap aktivitas ekonomi warga. (Alfaro)














