SUMENEP, KanalNews.id — Pelajar Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Sumenep, Misbakhul Munir, meraih predikat Wisudawan Terbaik Program Studi Hukum Ekonomi Syariah Universitas Annuqayah, Guluk-Guluk, Selasa, 27 Oktober 2026.
Mantan Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU Kecamatan Ganding itu meraih indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,92. Ia menyelesaikan studi sarjana melalui publikasi artikel ilmiah tanpa menyusun skripsi.
Artikel ilmiah yang mengantarkannya meraih pencapaian tersebut membahas praktik dugaan penambahan harga oleh kurir J&T Express Drop Point Batuan dalam transaksi cash on delivery (COD).
Karya berjudul “Praktik Mark Up Harga oleh Kurir J&T Express Drop Point Batuan pada Sistem Pembayaran Cash on Delivery dalam Jual Beli Online Perspektif Hukum Ekonomi Syari’ah” itu terbit dalam Nusantara: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial, Volume 13 Nomor 2 Tahun 2026, halaman 474–482.
Artikel tersebut memiliki DOI 10.31604/jips.v13i2.2026.474-482. Penelitiannya menggunakan pendekatan yuridis-empiris dengan metode kualitatif untuk mengkaji praktik penambahan harga dalam transaksi COD berdasarkan perspektif hukum ekonomi syariah.
Kajian itu menyoroti prinsip transparansi, kejujuran, keadilan, dan amanah dalam transaksi jual beli daring.
Pencapaian akademik tersebut diraih ketika Misbakhul Munir tetap aktif dalam kegiatan organisasi dan pengaderan pelajar. Saat ini, ia menjabat Wakil Ketua II Pimpinan Cabang IPNU Kabupaten Sumenep dan Sekretaris Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) Kecamatan Ganding.
Sebelumnya, ia memimpin PAC IPNU Kecamatan Ganding. Pengalaman organisasi itu, menurut dia, menjadi ruang belajar untuk membangun kedisiplinan, kepemimpinan, tanggung jawab, dan kemampuan mengelola waktu.
“Pencapaian ini bukan semata-mata karena keberuntungan. Ada perjuangan, doa kedua orang tua, bimbingan para guru dan kiai, serta dukungan banyak pihak yang mengantarkan saya sampai pada titik ini,” kata Misbah sapaan akrabnya. Kamis (29/10/2026).
Lebih lanjut, Misbah menilai aktivitas organisasi dan pendidikan tidak harus dipertentangkan. Keduanya dapat berjalan beriringan selama seseorang mampu menjaga komitmen dan tanggung jawab.
“Saya juga belajar bahwa organisasi dan akademik tidak harus dipertentangkan. Keduanya bisa berjalan beriringan selama kita mampu menjaga komitmen dan tanggung jawab,” ungkapnya.
Oleh karenanya, Misbah berharap pencapaiannya dapat memotivasi kader pelajar NU, khususnya di Kecamatan Ganding dan Kabupaten Sumenep, untuk meningkatkan kualitas diri melalui pendidikan, pengaderan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Menurut dia, kader pelajar perlu berani menetapkan cita-cita tinggi, bersungguh-sungguh dalam belajar, serta menjadikan pengalaman organisasi sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.
Predikat wisudawan terbaik itu menjadi pencapaian akademik sekaligus penanda perjalanan Misbakhul dalam mengembangkan diri melalui organisasi. Ia berharap pengalaman tersebut dapat menginspirasi generasi muda untuk menyeimbangkan pendidikan dan pengabdian. (Red)















