SURABAYA, KanalNews.id — Pengawasan APBD Kabupaten Sumenep membutuhkan keterlibatan generasi muda. Forum Analisis Kebijakan Transformasi dan Advokasi (FAKTA Foundation) mulai menyiapkan kader analis anggaran melalui Sekolah Anggaran 2026.
Kegiatan Angkatan IV tersebut berlangsung pada 30 Oktober hingga 3 November 2026 di Rumah Kebangsaan Jawa Timur, Kota Surabaya.
Mengusung tema “Mencetak Analis Muda, Mengawal Akuntabilitas APBD Sumenep”, program ini diarahkan untuk memperkuat kemampuan pemuda membaca sekaligus mengkritisi kebijakan fiskal daerah.
Peserta mendapatkan pembekalan mengenai tata kelola keuangan daerah, mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, hingga pengawasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Sejumlah materi juga membahas analisis kebijakan anggaran. Salah satu pematerinya adalah pemerhati kebijakan anggaran, Mauli Fikr.
Sekretaris Jenderal FAKTA Foundation, Moh. Pudali Arodani, mengatakan Sekolah Anggaran merupakan bagian dari upaya membangun tradisi intelektual dan memperluas partisipasi pemuda dalam pengawasan kebijakan publik.
Menurut dia, APBD tidak semestinya dipahami sebatas dokumen administrasi dan kumpulan angka. Anggaran daerah merupakan instrumen pembangunan yang harus berpihak kepada kepentingan masyarakat.
“Pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan daerah. Kita perlu membekali diri dengan kemampuan membaca, menganalisis, dan memahami kebijakan anggaran agar mampu memberikan pengawasan sekaligus menawarkan gagasan dan rekomendasi yang solutif bagi pemerintah daerah,” ungkapnya.
Pudali berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai forum pendidikan. FAKTA Foundation menargetkan lahirnya analis muda yang kritis dan berani mengawal transparansi pengelolaan APBD.
Sementara itu, Koordinator Bidang Fiskal dan Anggaran FAKTA Foundation, Diki Alamsyah, menekankan pentingnya membangun gerakan pemuda berbasis pengetahuan dan data.
Menurut dia, analisis yang kuat diperlukan agar generasi muda mampu merespons persoalan pembangunan daerah secara kritis dan konstruktif.
Melalui Sekolah Anggaran 2026, FAKTA Foundation berupaya memperkuat posisi pemuda sebagai bagian dari masyarakat sipil yang turut mengawasi jalannya pemerintahan.
Organisasi tersebut berharap kader yang dilahirkan mampu menyusun analisis dan rekomendasi kebijakan fiskal secara objektif.
Dengan semangat kritis, solutif, dan kolaboratif, Sekolah Anggaran Angkatan IV diharapkan menjadi salah satu upaya mendorong APBD Kabupaten Sumenep lebih transparan, akuntabel, serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (Hil)














