SUMENEP, KanalNews.id — Anggota DPRD Kabupaten Sumenep, Juhari, mengingatkan generasi muda agar tidak terjebak mengejar popularitas di media sosial hingga mengabaikan karakter, kecakapan digital, dan produktivitas.
Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu menyampaikan pesan tersebut dalam momentum Hari Sumpah Pemuda 2026, Rabu, 28 Oktober.
Menurut Juhari, tantangan pemuda kini tidak hanya berkaitan dengan narkoba dan pergaulan berisiko, tetapi juga penyebaran hoaks serta penyalahgunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
“Pemuda harus mempersiapkan diri, menjaga karakter, dan tidak mudah terpengaruh hal-hal negatif yang bisa merusak masa depan,” pesannya melalui media ini, Rabu (28/10/2026).
Legislator daerah pemilihan VI yang meliputi Kecamatan Gapura, Batang-Batang, dan Dungkek itu menilai, usia produktif saja tidak cukup menjadi modal menghadapi perubahan zaman.
Pemuda, menurut dia, perlu membangun moralitas, meningkatkan keterampilan, dan memiliki kemampuan memilah informasi maupun pengaruh lingkungan.
Narkoba menjadi salah satu ancaman yang perlu diwaspadai. Rasa penasaran dan tekanan pergaulan dapat menyeret anak muda pada perilaku yang berisiko merusak kesehatan serta masa depan.
Di ruang digital, media sosial juga menghadirkan tantangan tersendiri. Keinginan memperoleh pengakuan dapat membuat pengguna mengabaikan tanggung jawab dalam membuat maupun menyebarkan konten.
Sementara itu, perkembangan AI membuka peluang bagi pemuda untuk meningkatkan kemampuan belajar, produktivitas, dan kreativitas. Namun, pemanfaatannya membutuhkan sikap kritis dan tanggung jawab.
“Teknologi dan AI harus dimanfaatkan untuk belajar, berkarya, dan meningkatkan kemampuan,” tuturnya.
Juhari juga mengingatkan pentingnya kesiapan generasi muda menghadapi bonus demografi pada 2030–2045. Besarnya jumlah penduduk usia produktif harus diimbangi kualitas sumber daya manusia.
Menurut dia, pendidikan, keterampilan kerja, kreativitas, dan kemampuan menciptakan lapangan usaha menjadi faktor penting agar bonus demografi tidak sekadar menjadi potensi.
Ia mendorong pemuda di Kecamatan Gapura, Batang-Batang, dan Dungkek untuk mengembangkan potensi ekonomi lokal, termasuk pertanian, perikanan, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta ekonomi kreatif.
“Anak muda harus berani menciptakan peluang dan mengambil bagian dalam pembangunan daerah,” jelasnya.
Bagi Juhari, peringatan Sumpah Pemuda tidak cukup dimaknai sebagai seremoni tahunan. Momentum tersebut harus mendorong generasi muda meningkatkan kualitas diri dan berkontribusi nyata bagi masyarakat.
“Pemuda adalah penentu arah masa depan. Jangan sampai kita begitu sibuk mengejar pengakuan di dunia digital, tetapi lupa membangun kualitas diri. Sebab, masa depan tidak ditentukan oleh seberapa banyak orang mengenal kita, melainkan oleh seberapa besar manfaat yang bisa kita berikan,” pungkas Juhari. (Hil)














