SUMENEP, KanalNews.id — Pemkab Sumenep melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) menargetkan peluncuran Sekolah Rakyat pada Agustus mendatang, mengikuti program Kementerian Sosial RI.
Kepala Dinsos P3A Sumenep,Mustangin menyampaikan bahwa survei lokasi sudah dilakukan di SKD Batuan.
“Untuk saat ini memang progresnya pada renovasi SKD, karena ada perbaikan fisik bangunan yang dikoordinasikan dengan PUTR,” katanya saat ditemui di Ruang Kerjanya. Jumat (11/07/2025).
Namun, Mustangin menjelaskan, pendamping PKH mengalami hambatan merekrut calon siswa karena tahun ajaran baru telah dimulai dan anak-anak sudah memilih sekolah.
“Meskipun petugas PKH kesulitan rekrut siswa, prinsipnya Sumenep tetap akan menyelenggarakan Sekolah Rakyat 1C, yang mana pelaksanaannya secara serentak langsung diluncurkan oleh Presiden sekitar Agustus,” ungkapnya.
Kemudian Dinas Pendidikan, sambung Mustangin, hanya menyediakan tenaga pengajar, sementara rekrutmen siswa dilakukan oleh petugas PKH berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Calon siswa adalah anak putus sekolah, tidak masuk Dapodik, dari keluarga miskin ekstrem, dan orang tuanya bersedia saat didata PKH.
“Sebenarnya datanya ribuan dan tinggal anak yang bersangkutan mau tidak masuk Sekolah Rakyat,” tandasnya.
Mustangin juga menjelaskan, bahwa Pemkab Sumenep menargetkan dua rombongan belajar, masing-masing 50 siswa jenjang SD dan 50 siswa jenjang SMP.
“Karena ini satgas bersama, kami berharap dua target terpenuhi: bangunan rampung dan siswa tersedia. Jika salah satunya gagal, tentu menyulitkan,” pungkasnya. (*)





















