SUMENEP, KanalNews.id — Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengaku sudah berkunjung ke keluarga almarhum Moh. Firman Ramadhani (22) alias Dani. Namun kunjungan tersebut belum diikuti kejelasan investigasi kematian pasien di Rumah Sakit Baghraf Health Care (BHC).
Bahkan hingga Sabtu (31/10/2026), Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep belum memastikan realisasi pembentukan tim evaluasi terhadap rumah sakit tersebut.
Padahal, Dani meninggal dunia pada 13 Oktober 2026 setelah menjalani perawatan di RS BHC. Kasus ini sebelumnya menjadi perhatian publik.
Saat Bupati Fauzi sapaan akrabnya, ditemui wartawan seusai Rapat Paripurna Hari Jadi ke-757 Kabupaten Sumenep di gedung DPRD, Sabtu (31/10/2026), Fauzi membenarkan telah mengunjungi keluarga Dani.
Namun, Bupati tidak menjelaskan secara terperinci waktu kunjungan tersebut maupun hasil pertemuannya dengan keluarga korban.
“Sudah, sudah kunjungan, kan biasa,” kata Fauzi singkat sebelum bergegas masuk ke mobil. Sabtu. (31/10/2026.
Pernyataan tersebut menyusul keterangannya seusai Apel Hari Santri pada Kamis (22/10/2026). Kala itu, Fauzi menyampaikan rencana mengunjungi keluarga Dani sekaligus memastikan kemungkinan pemberian santunan.
Pada kesempatan yang sama, ia juga meminta Dinkes P2KB Sumenep memeriksa RS BHC untuk mengetahui persoalan yang sebenarnya terjadi.
Namun, saat ditanya mengenai perkembangan investigasi, Fauzi tidak memberikan penjelasan spesifik.
Ia justru menyebut pengawasan terhadap rumah sakit merupakan agenda rutin Dinkes P2KB Sumenep.
“Dinkes P2KB Sumenep setiap bulan kunjungan monitoring. Sudah kan kemarin, setiap bulan kadan 3 bulan, semua rumah sakit di monitoring,” ujarnya.
Pernyataan itu belum menjelaskan apakah monitoring tersebut berkaitan langsung dengan kematian Dani atau sebatas pengawasan rutin terhadap fasilitas kesehatan.
Sementara itu, penelusuran wartawan pada Jumat (30/10/2026) menunjukkan belum adanya kepastian mengenai pembentukan tim evaluasi RS BHC di internal Dinkes P2KB Sumenep.
Sekretaris Dinkes P2KB Sumenep, Moh. Nur Insan, mengatakan Kepala Dinkes P2KB, drg. Elliya Fardasah, sebelumnya telah merencanakan pembentukan tim evaluasi.
Namun, hingga konfirmasi dilakukan, belum ada informasi mengenai susunan tim, surat keputusan pembentukan, maupun jadwal pemeriksaan langsung ke RS BHC.
Insan mengaku telah menyampaikan pertanyaan wartawan kepada Elliya sejak 22 Oktober 2026. Namun, ia belum memperoleh penjelasan definitif mengenai tindak lanjut rencana tersebut.
Upaya meminta keterangan kepada Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes), Anny Nur Farizah, juga belum menghasilkan penjelasan substantif.
Melalui pesan WhatsApp, Anny mengarahkan wartawan untuk menghubungi Kepala Dinkes P2KB Sumenep.
“Mohon ijin pak, ke Bu kadis nggeh pak,” demikian jawabannya, Jumat (30/10/2026).
Sementara itu, Kepala Dinkes P2KB Sumenep, drg. Elliya Fardasah, belum memberikan tanggapan atas upaya konfirmasi wartawan.
Dengan demikian, realisasi pembentukan tim evaluasi dan rencana pemeriksaan terhadap RS BHC masih belum diketahui.
Situasi ini menyisakan pertanyaan mengenai tindak lanjut pemerintah daerah setelah Bupati secara terbuka meminta Dinkes memeriksa rumah sakit tersebut.
Hingga berita ini ditulis, belum ada penjelasan resmi mengenai hasil pemeriksaan ataupun langkah evaluasi yang secara khusus berkaitan dengan kematian Dani. (Hil)















