OPINI, KanalNews.id – Setiap tahun, negara lantang meneriakkan semangat Sumpah Pemuda. Namun, ketika mahasiswa bersuara kritis, justru muncul polemik dugaan pembungkaman. Lantas, untuk apa kita merayakan keberanian pemuda masa lalu jika keberanian mahasiswa hari ini justru dipersoalkan?
Saya, Moh. Syauqi, Sekretaris BEM Nusantara Jawa Timur, mengecam keras segala bentuk tindakan yang terbukti membatasi kebebasan berpendapat mahasiswa. Dugaan pembungkaman yang dikaitkan dengan kegiatan di lingkungan Polda Jawa Timur harus dijawab secara terbuka, bukan dibiarkan menjadi polemik tanpa kejelasan.
“Mahasiswa bukan alat legitimasi institusi, bukan pelengkap acara, dan bukan kelompok yang bisa diharapkan hadir lalu diam”. Mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk mengkritik kekuasaan ketika ada persoalan yang patut dipertanyakan.
Selain itu, informasi mengenai pemberian uang transport Rp100.000 per orang juga perlu diklarifikasi. Apa dasar pemberiannya? Dari mana sumber anggarannya? Bagaimana mekanisme penyalurannya?
Pertanyaan tersebut bukan tuduhan, melainkan permintaan transparansi. Jika semuanya sesuai aturan, jelaskan kepada publik. Jangan sampai persoalan sederhana berkembang menjadi krisis kepercayaan hanya karena tidak ada keterbukaan.
Saya mendesak Polda Jatim memberikan klarifikasi resmi atas kedua persoalan tersebut serta membuka ruang dialog yang setara bagi mahasiswa. Jika ditemukan pelanggaran, evaluasi dan pertanggungjawaban harus dilakukan.
“Jangan ajari pemuda menghafal sejarah, lalu mempersempit ruangnya untuk menghidupkan semangat sejarah itu”. Sumpah Pemuda lahir dari keberanian bersikap, bukan kepatuhan tanpa kritik.
Jika mahasiswa hanya dihargai ketika patuh, tetapi dipersoalkan ketika kritis, maka ada yang keliru dalam cara kita memahami demokrasi.
Sebab, demokrasi tidak membutuhkan mahasiswa yang pandai bertepuk tangan, tetapi generasi muda yang berani bertanya dan institusi negara yang berani memberikan jawaban.
Sumpah Pemuda bukan sumpah untuk diam di hadapan kekuasaan!
Oleh: Moh. Syauqi
Sekretaris BEM Nusantara Jawa Timur
Disclaimer: Tulisan ini merupakan murni karya penulis, dalam penerbitan ini tidak ada satu katapun yang diedit atau diketik ulang oleh Redaksi KanalNews.id.















