Beranda / Regional / Jawa timur / Madura / Sumenep / Direktur RS BHC Sumenep Diduga “Sembunyi di Ketiak Satpam”, Kasus Kematian Dani Masih Buram

Direktur RS BHC Sumenep Diduga “Sembunyi di Ketiak Satpam”, Kasus Kematian Dani Masih Buram

Direktur RS BHC

SUMENEP, KanalNews.id — Upaya wartawan meminta penjelasan mengenai kematian Moh. Firman Ramadhani alias Dani di RS Baghraf Health Care (BHC) Sumenep, Jawa Timur, kembali menemui jalan buntu.

Dalam kunjungan yang kesekian kalinya, sejumlah awak media belum berhasil menemui Direktur RS BHC, dr. Tedjo Wahyu Putranto, saat Komisi IV DPRD Sumenep maupun bagian humas rumah sakit untuk mengonfirmasi perkembangan kasus tersebut saat Komisi IV DPRD Sumenep saat melakukan Sidak ke RS BHC.

Situasi ini memunculkan kritik terhadap keterbukaan manajemen rumah sakit. Publik masih menunggu penjelasan resmi mengenai peristiwa meninggalnya Dani setelah mendapatkan suntikan dari perawat.

Alih-alih memperoleh jawaban langsung dari pimpinan rumah sakit, wartawan justru mendapatkan keterangan dari petugas keamanan yang menyebut direktur kerap menjalankan tugas di luar.

Baca Juga :  Perdana, Haul Muassis dan Pelepasan Lampion Tandai Pembukaan HIDAR Ke-58

Petugas keamanan RS BHC bernama Moh. Fauroq menyampaikan bahwa direktur terkadang mendapat tugas dari M.H. Said Abdullah, yang akrab disapa Buya Said Abdullah.

“Kalau direktur itu kadang ada tugas dari Buya Said Abdullah sendiri,” kata Fauroq saat ditanya wartawan mengenai keberadaan direktur.

Ketika ditanya apakah direktur sedang berada di rumah sakit, Fauroq mengatakan keberadaannya tidak selalu dapat dipastikan.

“Kadang ada, Pak. Cuman kebanyakan tugas-tugas di luar dari Buya,” ujarnya.

Keterangan tersebut belum menjelaskan apakah direktur sedang berada di luar rumah sakit ketika wartawan datang, maupun kapan waktu yang memungkinkan untuk melakukan wawancara.

Belum adanya kesempatan bertemu langsung dengan pimpinan rumah sakit membuat upaya konfirmasi mengenai kematian Dani belum menghasilkan penjelasan resmi dari manajemen.

Wartawan Pertanyakan Keterbukaan RS BHC

Sulitnya memperoleh keterangan langsung dari manajemen RS BHC juga menjadi perhatian sejumlah wartawan yang mengawal kasus kematian Dani.

Baca Juga :  Ibarat Semangka Busuk! Zamrud Khan; Gedung RS BHC Seperti Hotel, Pelayanan Berbanding Terbalik

Wartawan Madurapost.com, MH Efendi, sebelumnya mengaku berulang kali mengalami hambatan ketika mendatangi rumah sakit untuk meminta konfirmasi.

Menurut Efendi, petugas keamanan kerap menyampaikan bahwa direktur dan humas tidak berada di tempat dengan alasan sedang bertugas di luar kota.

Ia juga mempertanyakan perbedaan pengalaman ketika media lain datang untuk mengonfirmasi persoalan berbeda dan disebut mendapatkan akses kepada direktur.

Keluhan serupa disampaikan wartawan dimadura.id, Mazdon. Ia menilai sulitnya memperoleh konfirmasi berulang kali menimbulkan pertanyaan mengenai perlakuan manajemen terhadap media yang mengawal kasus Dani.

Penyebab Kematian Dani Masih Menunggu Penjelasan RS BHC

Kasus meninggalnya Dani membutuhkan penjelasan yang dapat dipertanggungjawabkan, terutama mengenai kronologi pelayanan medis dan hasil pemeriksaan yang relevan.

Baca Juga :  Festival Banjari Al-Habsyi Piala DRT The Big Family Resmi Digelar

Urutan kejadian bahwa pasien meninggal setelah menerima suntikan tidak dengan sendirinya membuktikan suntikan tersebut menjadi penyebab kematian.

Karena itu, keterangan resmi dari pihak rumah sakit, tenaga medis yang berwenang, dan pihak terkait diperlukan untuk membantu menjernihkan persoalan.

KanalNews.id akan terus berupaya memperoleh konfirmasi langsung dari Direktur RS BHC Sumenep, dr. Tedjo Wahyu Putranto, maupun Humas RS BHC, Sandra Rahestri.

Redaksi membuka ruang bagi manajemen RS BHC untuk memberikan klarifikasi mengenai kendala konfirmasi media, keberadaan pimpinan rumah sakit, serta perkembangan penanganan kasus kematian Moh. Firman Ramadhani alias Dani.

Penjelasan tersebut penting agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh dan berimbang, sekaligus mencegah berkembangnya spekulasi mengenai kasus yang menyangkut keselamatan pasien. (Hil)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *