SUMENEP, KanalNews.id — Video cekcok antara perawat Rumah Sakit Baghraf Health Care (RS BHC) Sumenep dan keluarga pasien yang meninggal dunia mendadak menghilang dari TikTok.
Video yang diunggah akun TikTok SaAeLau pada Selasa (13/10/2026) itu sebelumnya viral karena memperlihatkan perdebatan mengenai penanganan pasien.
Penghapusan video tersebut memunculkan pertanyaan setelah pemilik akun menghubungi KanalNews.id melalui pesan langsung atau direct message (DM).
Dalam pesannya, pemilik akun meminta berita yang telah diterbitkan KanalNews.id mengenai polemik tersebut dihapus.
Permintaan itu disampaikan setelah video yang diunggahnya tidak lagi ditemukan di akun TikTok tersebut.
Situasi ini memunculkan dugaan adanya tekanan terhadap pemilik akun. Namun, KanalNews.id belum memperoleh bukti yang cukup untuk memastikan adanya intimidasi dari pihak rumah sakit.
Pemilik Akun Kirim Pesan ke KanalNews.id
Melalui pesan langsung pada Rabu (14/10/2026), akun TikTok SaAeLau menyampaikan alasan penghapusan video dan rencana komunikasi dengan pihak rumah sakit.
“Udh hpus biar dicarikan baik baik, ” tulis akun TikTok SaAeLau kepada KanalNews.id, Rabu (14/10/2026).
Akun tersebut juga menyebut pihak rumah sakit menanyakan alamat keluarga pasien yang meninggal dunia.
“Katanya pihak rumah skit menanyakan alamat yg berduka insyallah bakal berkunjung kerumah yg berduka, ” timpal akun tiktok SaAeLau,
Redaksi KanalNews.id kemudian menanyakan secara langsung apakah ada pihak RS BHC Sumenep menghubungi pemilik akun hingga video tersebut dihapus.
“Apa ada pihak RS BHC yang menghubungi sampean? Sehingga sampean sampai menghapus video yang sampean unggah,” tanya KanalNews.id. Kamis (15/10/2026).
Pemilik akun menjawab singkat, “Iyyа”.
Selain menghapus video, akun TikTok yang sebelumnya menggunakan nama SaAeLau itu kini berganti nama menjadi Kepo?. Bahkan akun akun tersebut saat ini sudah menjadi akun privat.
Manajemen RS BHC Masih Bungkam
Di sisi lain, manajemen RS BHC Sumenep belum memberikan penjelasan substantif mengenai polemik penanganan pasien yang meninggal dunia tersebut.
Sebelumnya, Manager Humas dan Marketing RS BHC Sumenep, Sandra Rahestri, menyatakan manajemen sedang melakukan investigasi internal.
“Terkait berita yang sedang beredar, kami dari manajemen belum bisa menyampaikan penjelasan terkait hal ini. Agenda kami pagi ini masih dilakukan investigasi secara internal,” kata Sandra, Rabu (14/10/2026).
Sandra juga menyampaikan rencana untuk berkomunikasi dengan keluarga pasien setelah proses investigasi selesai.
“Insyaallah bila semua sudah kami investigasi, kami akan melakukan pendekatan dan komunikasi dengan pihak keluarga yang berduka,” ujarnya.
Namun, hingga update berita ini terbit, manajemen belum menyampaikan hasil investigasi maupun penjelasan mengenai kronologi penanganan pasien.
Bahkan saat dihubungi melalui pesan whatsapp pada Kamis (15/10/2026) humas RS BHC Sumenep belum merespon.
Kendati demikian, KanalNews.id masih tetap berupaya memperoleh keterangan lanjutan dari pihak rumah sakit mengenai dugaan persoalan pelayanan medis dan perkembangan investigasi internal.
Dugaan Kejanggalan Menunggu Penjelasan
Polemik ini bermula dari video berdurasi sekitar 1 menit 30 detik yang memperlihatkan perdebatan keluarga pasien dengan seorang perawat.
Dalam rekaman tersebut, seorang pria yang mengaku sebagai keluarga pasien mempertanyakan kondisi pasien yang disebut muntah-muntah ketika infus dimatikan.
Perawat dalam video menjelaskan urutan pemberian obat, termasuk obat untuk mengatasi muntah dan obat pereda nyeri perut.
Meski rekaman itu memicu beragam tanggapan warganet, video tersebut tidak cukup untuk menyimpulkan adanya kelalaian medis.
Dugaan kejanggalan dalam pelayanan pasien perlu diperiksa berdasarkan rekam medis, kronologi kejadian, keterangan keluarga, keterangan petugas, dan prosedur yang berlaku.
Publik kini menantikan penjelasan terbuka dari manajemen RS BHC Sumenep mengenai hasil investigasi dan langkah yang akan ditempuh.
KanalNews.id tetap membuka ruang bagi pihak rumah sakit, keluarga pasien, maupun pemilik akun TikTok Kepo? untuk memberikan klarifikasi dan keterangan tambahan.
Hingga berita ini diterbitkan, dugaan intimidasi terhadap pemilik akun maupun dugaan kelalaian dalam pelayanan medis belum dapat dipastikan. (Hil)














