Bawakan Lagu “Tandhuk Majang”, DWP Disbudporapar Sumenep Tampil Memukau dalam Lomba Lagu Daerah

DWP Disbudporapar Sumenep
Perfome DWP Disbudporpar Tampil Memukau Membawakan Lagu Madura “Tandhuk Majang” Dalam Lomba Lagu Daerah Nusantara. (Foto: SC IG Disbudporpar Sumenep)

SUMENEP, KanalNews.id — Dharma Wanita Persatuan (DWP) Disbudporapar Sumenep ikut memeriahkan lomba menyanyi lagu daerah Nusantara dengan membawakan lagu Madura, “Tandhuk Majang”. Penampilan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan sekaligus menjaga keberadaan lagu daerah di tengah perkembangan musik modern.

Dalam unggahan media sosial Disbudporapar Sumenep, DWP tampil mengenakan busana bernuansa tradisional dengan dominasi warna hitam, merah, dan motif khas Madura. Penampilan kelompok perempuan tersebut juga menunjukkan kekompakan melalui koreografi dan vokal yang dibawakan secara bersama-sama.

Lagu “Tandhuk Majang” dipilih sebagai representasi kekayaan seni musik tradisional Madura dalam ajang yang mengusung tema lagu daerah Nusantara. Pemilihan lagu tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa karya seni lokal masih memiliki ruang untuk tampil dalam kegiatan kebudayaan masa kini.

Kepala Disbudporapar Sumenep, Faruk Hanafi, menegaskan pentingnya pelestarian budaya melalui keterlibatan masyarakat, termasuk generasi muda dan komunitas.

“Budaya tidak boleh hanya menjadi cerita masa lalu. Budaya harus hidup di tengah masyarakat, dimainkan, dipelajari, dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” kata Faruk sapaab karib Kepala Disbudporpar Sumenep. Rabu (12/08/2026).

Lebih lanjut, menurut Faruk, pelestarian budaya membutuhkan ruang aktualisasi agar seni tradisional tidak berhenti sebagai peninggalan sejarah. Karena itu, berbagai kegiatan seni dan budaya dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan kembali identitas daerah kepada masyarakat secara lebih luas.

“Keterlibatan DWP Disbudporapar dalam lomba menyanyi lagu daerah ini juga memperkuat pesan bahwa pelestarian budaya dapat dilakukan melalui berbagai kelompok masyarakat,” ungkapnya..

Selain menjadi hiburan, sambung Faruk, kegiatan tersebut dapat menjadi media edukasi untuk mengenalkan lagu tradisional kepada generasi yang lebih muda.

“Lagu “Tandhuk Majang” merupakan salah satu kekayaan budaya Madura yang penting untuk terus diperkenalkan melalui berbagai kegiatan seni,” ujarnya.

Upaya tersebut sejalan dengan komitmen Disbudporapar Sumenep memperkuat identitas budaya lokal melalui berbagai festival dan kegiatan kesenian. (*)