SUMENEP, KanalNews.id — Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo memandang Hari Santri Nasional sebagai momentum penting untuk memperkuat peran santri dalam menjaga nilai keagamaan, merawat persatuan, dan mendorong kemajuan bangsa.
Menurutnya, santri memiliki kontribusi besar dalam perjalanan sejarah Indonesia, mulai dari perjuangan merebut kemerdekaan hingga pembangunan nasional di berbagai bidang.
Peringatan Hari Santri Nasional yang jatuh setiap 22 Oktober juga menjadi pengingat pentingnya menjaga tradisi keilmuan pesantren di tengah perkembangan zaman.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, santri saat ini harus mampu mengambil peran lebih luas, tidak hanya dalam bidang keagamaan, tetapi juga pendidikan, sosial, ekonomi, dan teknologi.
“Santri harus terus meningkatkan kualitas diri, memperkuat ilmu pengetahuan, serta menjaga akhlak. Dengan bekal tersebut, santri bisa menjadi generasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat, daerah, dan bangsa,” kata Bupati Sumenep pada KanalNews.id. Rabu (21/10/2026).
Lebih lanjut, Bupati Fauzi sapaan karibnya menilai, pesantren merupakan salah satu pilar penting dalam membangun karakter generasi muda.
“Pendidikan pesantren tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga menanamkan kedisiplinan, kemandirian, dan tanggung jawab, ” ujarnya.
“Nilai-nilai tersebut menjadi modal penting bagi santri untuk menghadapi tantangan kehidupan modern tanpa kehilangan identitas dan jati diri, ” imbuhnya.
Di Kabupaten Sumenep, sambung Bupati dua periode itu, keberadaan pesantren memiliki peran strategis dalam kehidupan sosial masyarakat. Lembaga pendidikan Islam tersebut turut membentuk karakter generasi muda sekaligus menjaga tradisi keagamaan yang telah mengakar.
“Karena itu, momentum Hari Santri Nasional diharapkan tidak berhenti pada seremoni tahunan. Peringatan ini perlu menjadi ruang refleksi untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, pesantren, dan masyarakat, ” ungkapnya.
Bupati Fauzi juga terus mendorong santri agar semakin percaya diri dalam mengembangkan potensi, meningkatkan keterampilan, serta beradaptasi dengan kemajuan teknologi.
“Santri harus berani mengambil peluang dan berkontribusi dalam berbagai sektor. Kita ingin santri menjadi generasi yang religius, berilmu, mandiri, dan mampu menjawab tantangan masa depan,” terang Bupati Fauzi
Selain memperkuat kapasitas sumber daya manusia, masih kata Bupati Fauzi, santri juga memiliki peluang besar untuk berkontribusi dalam pengembangan ekonomi masyarakat, termasuk melalui kewirausahaan dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Keterlibatan santri dalam kegiatan produktif diharapkan dapat memperluas manfaat pendidikan pesantren bagi masyarakat sekitar, ” harapnya.
Dengan begitu, lanjut Politisi PDIP itu menjelaskan, Hari Santri Nasional dengan demikian menjadi pengingat bahwa kekuatan bangsa tidak hanya bertumpu pada kecerdasan intelektual, tetapi juga karakter, integritas, dan semangat pengabdian.
Bagi Kabupaten Sumenep, kata Bupati Fauzi, santri merupakan bagian penting dari potensi sumber daya manusia yang dapat berkontribusi dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan.
“Melalui momentum HSN 2026 ini, semangat perjuangan santri diharapkan terus tumbuh dan bertransformasi menjadi karya nyata bagi masyarakat, ” harapnya lagi.
“Santri tidak hanya menjadi penjaga tradisi keagamaan, tetapi juga diharapkan tampil sebagai pelopor perubahan yang membawa manfaat bagi Sumenep dan Indonesia, ” pungkas suami Nia Kurnia itu. (Hil)















