Beri Kenyamanan Pengunjung Wisata, Disbudporapar Sumenep Terapkan QRIS

Kepala Disbudporapar Sumenep
Kepala Disbudporapar Sumenep, Mohammad Iksan, Saat Menunjukkan Hasil Penarikan Retribusi Tiket Wisata dan Sewa Fasilitas Olahraga Melalui QRIS. (Foto: Ist For Kanal News).

SUMENEP, KanalNews.id – Guna memberikan pelayanan yang mekasimal bagi pengunjung wisata, Disbudporapar Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, terus melakukan inovasi.

Buktinya, saat ini Disbudporapar Sumenep telah menggunakan QR-Code Indonesian Standard (QRIS) saat melakukan penarikan retribusi di tempat wisata maupun sewa fasilitas olahraga.

Kepala Disbudporapar Sumenep, Moh. Iksan menyampaikan, penerapan digitalisasi seperti itu sangat penting dalam mempermudah pengunjung.

Baca Juga :  Kolaborasi Akademik dan Industri, UNIBA Madura Dorong Pengusaha Rokok Lokal Terapkan GMP

Terutama, kata Iksan, saat melakukan pembayaran tiket di tempat wisata dan sewa fasilitas olahraga. Sehingga, lebih cepat dan efisien.

”Para pengunjung dan penyewa yang tidak membawa uang tunai bisa langsung menggunakan QRIS,” kata Iksan dalam keterangannya belum lama ini, Minggu (2/6).

Iksan menilai, penggunaan QRIS membuktikan bahwa Pemkab Sumenep terus melakukan inovasi dari segala sektor.

Baca Juga :  Target 25 Ribu Hektare Tanaman Padi, Kepala DKPP Sumenep; 75 Persen Sudah Terealisasi

”Meski kami berada di kabupaten paling timur di Pulau Madura, tapi kami sudah merambah ke sistem digital,” ujar Iksan.

Pihaknya menjelaskan, bahwa dengan adanya QRIS, Disbudporapar dapat memonitoring dan mengetahui capaian PAD setiap hari, setiap minggu, setiap bulan, bahkan setiap tahun.

”Ini demi mempermudah kami untuk memonitor capaian PAD di sektor pariwisata maupun penyewaan fasilitas olahraga,” tutur Iksan.

Baca Juga :  Kodim Pamekasan Gelar Upacara Jelang Pilkada 2024, Pangdam Ingatkan Netralitas TNI

Menurut Iksan, sistem digital tersebut terwujud berkat kerja sama antara Pemkab dengan Bank Jatim.

”Karena tidak semua wisatawan memiliki M-banking, kami juga menyediakan petugas untuk melayani pembayaran secara tunai. Kami juga melakukan sosialisasi agar warga terbiasa membayar secara nontunai,” pungkasnya.